PERBAIKI DINDING PASCA-BANJIR BIKIN PUSING? NGGAK KOK, SIMAK CARA DI BAWAH INI!

By Decorman Tricks and Tips Jan 14 2020

Tahun baru kali ini memang beda dari tahun-tahun sebelumnya. Di hari pertama, kita semua tahu kalau sebagian daerah di Indonesia mengalami banjir. Mau tak mau, banyak kerugian yang harus dibayar. Mulai dari kerusakan sarana umum, kendaraan, hingga rumah pribadi.

Selama banjir memang membuat rusak beberapa barang dan perabotan rumahmu. Tapi ternyata selain itu, ada yang lebih penting dan perlu kamu perhatikan juga, yaitu dinding rumahmu. Bayangkan dinding rumahmu harus terendam selama berhari-hari, bisa meninggalkan jejak atau membuat dinding menjadi lapuk perlahan. Lalu dindingmu akan rusak perlahan, karena air banjir mengandung bakteri dan garam yang bisa merusak plester, acian, dan cat.

Berikut ini ada cara-cara yang bisa kamu ikuti untuk memperbaiki kerusakan dinding. Simak tahap demi tahap, ya. 

1. Pastikan dinding kering dari air banjir. Setelah kering, lepaskan wallpaper, kain, atau aksesoris yang menempel di dinding.

2. Bersihkan dinding dan lantai dengan deterjen dan disinfektan untuk membunuh bakteri. Bahan kimia ini sangat ampuh dan kuat untuk membersihkan dinding. Tapi yang perlu diperhatikan saat memakainya, karena bisa merusak material lain dan bau menyengat yang kurang baik untuk kesehatan.

3. Kupas cat yang telah menempel pada acian, agar kamu tahu kadar air yang masih meresap di dinding. Kamu bisa menggunakan protimeter atau cukup menempelkan tangan pada acian. Periksa sampai ke batu bata dindingnya, karena apabila basah kemungkinan air banjir terkontaminasi bakteri dan garam.

4. Perkembangan bakteri menjadi jamur ini akan terlihat dalam waktu 3-4 hari. Jadi coba tunggu beberapa minggu sambil menunggu dinding benar-benar kering. Apabila dinding sudah kering dan terlihat bercak hitam atau putih, ini berarti air mengandung bakteri dan garam. Hal ini juga menunjukkan bahwa plester dan acian telah terkontaminasi.

5. Lalu, periksa apakah acian dan plester merekat dengan baik pada batu bata. Caranya, kamu bisa mengetuk-ngetuk dinding dengan koin untuk mengetahui suara padat atau malah berongga. Tetapi jika masih ragu, kamu bisa kupas beberapa bagian kecil acian dan plesternya.

6. Jika terkontaminasi, acian dan plester harus kamu kupas lalu mencuci batu batanya. Namun, apabila kadar air yang kamu ukur di bawah 15%, maka kamu bisa langsung mengecatnya.

7. Usahakan jangan menyalakan AC pada ruangan dengan dinding yang sudah terkontaminasi. Hal ini akan menumbuhkan jamur dalam beberapa hari dan spora bisa masuk ke dalam filter AC yang bisa menyebabkan masalah pernapasan.

8. Kemudian, kamu bisa mulai mengecat kembali dengan memberi plester dan acian terlebih dahulu.

9. Setelah selesai memberi cat dasar, saatnya kamu mengecat ulang dengan cat dekoratif. Gunakan cat yang bisa memberikan perlindungan selama 6 tahun dari cuaca, sinar UV, jamur, dan ganggang. Tentunya dengan daya serap rendah, tahan alkali yang baik, mempunyai warna-warna cerah dan retensi warna yang istimewa.

10. Kamu bisa membeli cat ini secara online untuk perbaikan dinding yang lebih cepat. 

Itulah tahap-tahap yang bisa kamu ikuti sebagai panduan untuk memperbaiki dinding sendiri tanpa bantuan tukang, agar lebih hemat biaya. Jangan terlalu lama membiarkan dindingmu rusak akibat banjir, segera perbaiki dan bersihkan agar tidak merusaknya. 

Semoga bermanfaat!

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *